Posisi Istri di Atas

image

Pertanyaan:
Saya seorang suami berumur 38 tahun, isteri berumur 36 tahun. Kami sudah menikah 9 tahun dan sudah dikaruniai dua anak. Dalam hubungan seksual kami merasa bahagia, tidak punya masalah yang berarti. Hanya saja ada satu hal yang sering membuat saya bertanya-tanya, yaitu apa sebabnya isteri saya selalu minta posisi di atas setiap melakukan hubungan seksual.

Kalau saya di atas, dia tidak dapat mencapai orgasme. Begitu pengakuannya. Apa benar alasan itu? Kalau begitu, apakah saya tidak dapat memuaskan dia? Apakah tidak berpengaruh jelek  bagi isteri saya kalau selalu di atas? Apakah dia termasuk tidak normal? (GM – Bandung)

Jawaban:

Sebenarnya tidak ada keharusan posisi suami di atas ketika melakukan hubungan seksual. Posisi apapun boleh dipilih untuk melakukan hubungan seksual, asal memenuhi syarat berikut:

Pertama, disepakati bersama. Kedua, menyenangkan bagi kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik fisik maupun psikis.

Berarti bukan tidak normal bila isteri Anda meminta posisi di atas. Tidak berlebihan pengakuannya bahwa dengan posisi di atas dia dapat mencapai orgasme. Dengan posisi ini dia mudah mengatur dirinya sesuai dengan kehendaknya untuk menerima rangsangan selama melakukan hubungan seksual. Justru inilah salah satu kelebihan posisi wanita di atas.

Sebaliknya dengan posisi Anda di atas, isteri anda mengalami hambatan dalam mengatur dirinya sehingga tidak cukup menerima rangsangan selama melakukan hubungan seksual. Maka tidak aneh bila dia tidak dapat mencapai orgasme bila Anda di atas. Apalagi kalau Anda mengalami gangguan fungsi seksual, misalnya ejakulasi dini. Inilah salah satu kekurangan posisi pria di atas.

Anda tidak perlu merasa kecewa atau berkecil hati karena tidak dapat memberikan orgasme dengan posisi Anda di atas. Seperti saya katakana diatas, tidak ada keharusan suami di atas. Jadi anda dan isteri boleh melakukan dengan posisi apapun asal memang dikehendaki dan menyenangkan bagi kedua pihak.

Tidak ada pengaruh buruk bagi isteri Anda dengan posisi di atas dalam melakukan hubungan seksual. Maka tidak ada masalah yang harus Anda pikirkan mengenai posisi tersebut. Yang penting kehidupan seksual Anda bersama isteri harmonis.

(Wimpie Pangkahila, Ahli Andrologi & Seksologi dan Guru Besar FK Univ. Udayana, Bali -  Media: Harian Bisnis Indonesia).

Mon, 9 Apr 2018 @16:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar