Posisi Hubungan Seksual

image

Posisi hubungan seksual suami istri yang ideal dan sangat menyenangkan bagi kedua pasangan sangat perlu diperhatikan, berikut ini ada pertanyaan dan jawaban yang kami informasikan kepada anda.

Pertanyaan:

Saya  seorang suami 45 tahun dan isteri 41 tahun dengan tiga orang anak. Saya punya masalah dalam hubungan intim dengan isteri. Selama ini saya melakukan hubungan intim dengan posisi saya di atas. Untuk ganti posisi, misalnya isteri yang di atas, sayalah yang mengeluh kesakitan di  bagian kelamin. Selain itu penis sering terlepas dan sangat mengganggu.

Saya ingin mencoba berbagai posisi dan ingin membahagiakan isteri karena saya tahu isteri lebih suka apabila dengan posisi di atas walau isteri tidak pernah menuntut dan menerima apa adanya. Tetapi sebagai laki-laki terus terang saya tidak percaya diri dan kasihan pada isteri. Tidak ada salahnya bukan jika saya berusaha demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga kami.

Pertanyaan saya, apakah betul isteri akan lebih senang dengan posisi di atas? Jika dalam posisi tersebut mengapa daerah sekitar kelamin saya terasa sakit? Mengapa mudah terlepas? Apakah karena ukuran penis saya kurang panjang? Apakah pada usia seperti saya ini kelamin masih mungkin bertambah panjang? Bagaimana cara mengatasinya dank ke dokter mana saya berobat?  (NM – Jakarta)

Jawaban:

Hubungan seksual memang tidak harus dilakukan dengan posisi tertentu saja. Posisi suami di atas bukan suatu keharusan. Variasi posisi boleh dilakukan untuk tiga tujuan. Pertama, menghilangkan kejenuhan. Kedua, mengatasi gangguan fungsi seksual yang disebabkan karena posisi tidak efektif. Ketiga, untuk tujuan kehamilan.

Variasi posisi hubungan seksual yang mana saja boleh dilakukan asal memenuhi tiga syarat berikut: Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan bagi kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis. Setiap variasi posisi mempunyai kelebihan dan kekurangan bagi kedua pihak.  Karena itu mengganti posisi baik dilakukan asal memenuhi syarat di atas.

Mudah dimengerti kalau isteri Anda merasa lebih senang melakukan hubungan seksual dengan posisi  di atas. Alasannya, dengan posisi itu isteri Anda dapat lebih bebas mengatur gerakan sesuai dengan keinginannya sehingga cukup efektif menerima rangsangan seksual. Berbeda kalau  Anda pada posisi di atas. Pada posisi ini, isteri Anda tidak bebas menggerakkan tubuhnya sementara Anda mungkin tidak tahu bagaimana agar isteri cukup menerima.

Kalau penis mudah lepas bila isteri di atas, itu disebabkan karena isteri bebas menggerakkan tubuhnya sehingga pada suatu saat kurang terkontrol. Keadaan ini dapat dicegah bila telah terbiasa dengan posisi itu. Ukuran penis bukan merupakan penyebabnya, asal masih dalam batas normal. Kemungkinan lain yang menjadi penyebabnya ialah ereksi penis kurang baik.

Kalau dengan posisi isteri di atas Anda merasa sakit, itu mungkin disebabkan karena tekanan yang terlaku kuat dari isteri. Dengan mengurangi  tekanan, rasa sakit dapat dikurangi atau dicegah.
Mengenai ukuran penis, tentu tidak dapat ditambah lagi setelah pria mencapai tahap akhir perkembangan kelaminnya.

Apalagi pada usia anda sekarang. Lain halnya bila Anda mengalami hambatan perkembangan seksual. Tetapi hambatan perkembangan seksual pada umumnya bukan hanya mengenai penis, melainkan juga buah pelir dan rambut kelamin yang tidak tumbuh. (Wimpie Pangkahila, Ahli Andrologi & Seksologi dan Guru Besar FK Univ. Udayana, Bali - Media: Harian Bisnis Indonesa)

Thu, 5 Apr 2018 @10:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar