Menyimak Perilaku Seks Manusia

image

Cocokkan jawaban Anda dengan hasil “Studi Global Pfizer tentang Perilaku Seksual” yang dipaparkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd dari Ina-EDACT (Indonesian Erectile Dysfunction Advisory Council and Training, Sabut (11/5/2002).

Studi yang melibatkan 26.000 responden berusia 40-80 tahun dari 29 negara di lima benua itu mendapatkan, 64 persen pria dan 56 persen wanita menyatakan tidak setuju jika dikatakan orang lanjut usia tak perlu seks. Sedangkan 65 persen pria dan 58 persen wanita tak sependapat jika orang lanjut usia dibilang tidak lagi berhubungan seks.

Sampai usia berapa pria dan wanita masih berminat melakukan hubungan seksual dan bilamana “keperkasaan” pria mulai menurun?

Meski 50 persen pria dan 60 persen wanita menyatakan, minat pria terhadap seks tidak menurun seiring usia dan 40 persen pria maupun wanita berpendapat minat wanita juga tak menurun, sebagian besar responden mengakui adanya penurunan.

Usia rata-rata saat minat seks menurun bervariasi tiap negara. Di Indonesia, responden menyatakan hal itu terjadi pada wanita di usia 49 tahun dan pria di usia 59 tahun. “Keperkasaan” pria Indonesia diakui menurun pada usia 60 tahun.

“Dari segi minat ada kesenjangan 10 tahun. Kalau beda usia suami isteri tidak besar hal ini bisa menjadi masalah. Untuk mencegah, disfungsi  seksual seyogianya segera dikonsultasikan kepada ahli,” ulas Wimpie yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas  Udayana, Bali.

SEBAGIAN besar responden dunia berpendapat hubungan seks penting bagi kehidupan. Mereka mengaku hidup bahagia dan mendapatkan kepuasan fisik maupun emosi dari hubungan seksual. Makin prima kesehatan, kebahagiaan dan kepuasan makin tinggi. Rata-rata responden melakukan hubungan seks satu sampai enam kali seminggu.

Meski demikian ada 39 persen pria dan 44 persen wanita yang mengalami gangguan seksual lebih dua bulan dalam setahun terakhir. Bentuknya macam-macam, dari kurang minat, ejakulasi dini, disfungsi ereksi sampai mengalami nyeri.

Tak banyak responden yang minta bantuan ahli. Hanya empat persen responden Indonesia yang berobat ke dokter. Yang tertinggi Malaysia, 38 persen. Alasan tidak ke dokter umumnya karena dianggap bukan masalah serius, tidak merasa terganggu serta dianggap hal wajar dalam proses penuaan.

Dokter pun tak banyak yang bertanya. Hanya sembilan persen pria dan wanita yang pernah ditanya dokter mengenai gangguan seksual. Padahal, menurut Wimpie, gangguan seksual menunjukkan adanya masalah kesehatan.

MENGENAI kesehatan, hanya empat persen responden Indonesia melaporkan diabetes, sedang hipertensi 24 persen. Angka diabetes Korea tertinggi (30 persen). Negara lain kebanyakan tujuh sampai 13 persen. “Diabetes menyebabkan gangguan metabolisme, penderita merasa lemas dan tidak segar. Selain itu terjadi gangguan pembuluh darah dan saraf. Baik diabetes maupun hipertensi menimbulkan gangguan aliran darah ke penis,” tutur Wimpie.

Obat untuk disfungsi ereksi yang paling popular saat ini adalah sildenafil sitrat alias Viagra. Di Indonesia, obat ini harus diresepkan dokter. Namun, menurut Marketing Manager Viagra Supinaryo, di pasaran banyak dijual bebas Viagra palsu yang diaku dari China, Australia, Selandia Baru maupun AS. “Kandungan zat aktif Viagra palsu rendah. Demikian juga tingkat kelarutan dan kecepatan larut. Bisa jadi pasien hanya mendapat kadar 15 mg dengan harga 100 mg zat aktif,” ujar Supinaryo.

Wimpie mengingatkan, sildenafil tak boleh diminum bersama obat mengandung nitrat (biasanya terkandung pada obat jantung), karena menimbulkan hipotensi dan bisa mematikan.(ATK).

Sumber: Kompas, Senin, 13 Mei 2003.

Cocokkan jawaban Anda dengan hasil “Studi Global Pfizer tentang Perilaku Seksual” yang dipaparkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd dari Ina-EDACT (Indonesian Erectile Dysfunction Advisory Council and Training, Sabut (11/5/2002).Studi yang melibatkan 26.000 responden berusia 40-80 tahun dari 29 negara di lima benua itu mendapatkan, 64 persen pria dan 56 persen wanita menyatakan tidak setuju jika dikatakan orang lanjut usia tak perlu seks.

Sedangkan 65 persen pria dan 58 persen wanita tak sependapat jika orang lanjut usia dibilang tidak lagi berhubungan seks.Sampai usia berapa pria dan wanita masih berminat melakukan hubungan seksual dan bilamana “keperkasaan” pria mulai menurun? Meski 50 persen pria dan 60 persen wanita menyatakan, minat pria terhadap seks tidak menurun seiring usia dan 40 persen pria maupun wanita berpendapat minat wanita juga tak menurun, sebagian besar responden mengakui adanya penurunan.
Usia rata-rata saat minat seks menurun bervariasi tiap negara. Di Indonesia, responden menyatakan hal itu terjadi pada wanita di usia 49 tahun dan pria di usia 59 tahun. “Keperkasaan” pria Indonesia diakui menurun pada usia 60 tahun.“Dari segi minat ada kesenjangan 10 tahun. Kalau beda usia suami isteri tidak besar hal ini bisa menjadi masalah. Untuk mencegah, disfungsi  seksual seyogianya segera dikonsultasikan kepada ahli,” ulas Wimpie yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas  Udayana, Bali.

SEBAGIAN besar responden dunia berpendapat hubungan seks penting bagi kehidupan. Mereka mengaku hidup bahagia dan mendapatkan kepuasan fisik maupun emosi dari hubungan seksual. Makin prima kesehatan, kebahagiaan dan kepuasan makin tinggi. Rata-rata responden melakukan hubungan seks satu sampai enam kali seminggu.

Meski demikian ada 39 persen pria dan 44 persen wanita yang mengalami gangguan seksual  lebih dua bulan dalam setahun terakhir. Bentuknya macam-macam, dari kurang minat, ejakulasi dini, disfungsi ereksi sampai mengalami nyeri.Tak banyak responden yang minta bantuan ahli. Hanya empat persen responden Indonesia yang berobat ke dokter. Yang tertinggi Malaysia, 38 persen. Alasan tidak ke dokter umumnya karena dianggap bukan masalah serius, tidak merasa terganggu serta dianggap hal wajar dalam proses penuaan.Dokter pun tak banyak yang bertanya.

Hanya sembilan persen pria dan wanita yang pernah ditanya dokter mengenai gangguan seksual. Padahal, menurut Wimpie, gangguan seksual menunjukkan adanya masalah kesehatan.

MENGENAI kesehatan, hanya empat persen responden Indonesia melaporkan diabetes, sedang hipertensi 24 persen. Angka diabetes Korea tertinggi (30 persen). Negara lain kebanyakan tujuh sampai 13 persen. “Diabetes menyebabkan gangguan metabolisme, penderita merasa lemas dan tidak segar. Selain itu terjadi gangguan pembuluh darah dan saraf. Baik diabetes maupun hipertensi menimbulkan gangguan aliran darah ke penis,” tutur Wimpie.Obat untuk disfungsi ereksi yang paling popular saat ini adalah sildenafil sitrat alias Viagra.

Di Indonesia, obat ini harus diresepkan dokter. Namun, menurut Marketing Manager Viagra Supinaryo, di pasaran banyak dijual bebas Viagra palsu yang diaku dari China, Australia, Selandia Baru maupun AS. “Kandungan zat aktif Viagra palsu rendah.

Demikian juga tingkat kelarutan dan kecepatan larut. Bisa jadi pasien hanya mendapat kadar 15 mg dengan harga 100 mg zat aktif,” ujar Supinaryo.Wimpie mengingatkan, sildenafil tak boleh diminum bersama obat mengandung nitrat (biasanya terkandung pada obat jantung), karena menimbulkan hipotensi dan bisa mematikan.(ATK).

Sumber: Kompas, Senin, 13 Mei 2003.

Mon, 19 Feb 2018 @12:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar